Germap Bongkar Alasan Lambanya Perbaikan Jalan di Pati, Diduga Bukan Karena Asistensi KPK! Benarkah?

by Arif Febriyanto

PATI, Cybernusantara.co – Perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Pati hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan karena baru dua titik yang dilaksanakan. Hasil audiensi Gerakan Masyarakat Tolak Korupsi (Germap) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) pada Selasa 9 Juni 2026, menunjukkan adanya dugaan pembohongan publik soal adanya asistensi KPK.

Ketua Germap Yayak Gundul menyampaikan, berdasarkan keterangan yang ia himpun dari Kabid Bina Marga Hasto Utomo, bahwa lamanya proses perencanaan hingga pelaksanaan pekerjaan bukanlah karena adanya asistensi KPK sebagaimana yang selama ini dikoar-koarkan Plt Bupati Risma Ardhi Chandra.

Yayak sangat meyakini KPK tidak mungkin memperlambat proses kemajuan suatu daerah melalui pembangunan infrastruktur. Apalagi selang 2 bulan pasca asistensi, pembngauanan jalan di Pati belum menunjukkan tanda-tanda yang memuaskan.

“Pak Hasto itu kwalahan karena mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan proyek, dia sendiri sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Saya menyakini yang disampaikan Plt Bupati Chandra terkait asistensi KPK yang menjadi alasan tertundanya perusakan jalan di Pati, saya meragukan statement tersebut. Menurut saya yang benar pak Hasto ini. KPK juga tidak ceroboh melakukan asistensi yang merugikan masyarakat,” kata Yayak.

Germap pun mendesak kepada Plt Bupati untuk mengatakan sejujurnya alasan dibalik lambanya proses perbaikan jalan yang mana anggaran sudah tersedia Rp210 miliar.

“Tolonglah katakan yang sebenarnya, kalau kesulitan bilang kesulitan. Kami juga siap untuk membantu,” imbuhnya.

Yang paling miris, lanjut Yayak, 54 titik yang sudah dipetakan diyakini tak akan selesai tepat waktu karena berbagai alasan penundaan pekerjaan jalan. Untuk itu pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan pengawalan agar pekerjaan jalan bisa selesai tepat waktu atau setidaknya sebelum hari jadi Pati ke-703 tanggal 7 Agustus mendatang.

“Bahwa sebetulnya kenapa sampai hari ini baru 14 titik yang sudah turun SPK. 4 titik sudah turun tanggal 25 Mei, tetapi sampai hari ini baru dilaksanakan 2 titik. Jadi apakah ini nanti 54 titik bisa selesai sebelum hari jadi Pati,” tutup Yayak Gundul. (ARIF – Cybernusantara.co)

Related Posts