PATI, Cybernusantara.co – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Pati, Kamis (15/10/2026). Dalam aksi ketiga tersebut, massa membawa sejumlah spanduk, pocong, hingga keranda mayat sebagai simbol kekecewaan terhadap sikap PN Pati, khususnya Juru Bicara Retno Lastiani yang melaporkan Koordinator AMPB Supriyono alias Botok ke Polda Jawa Tengah.
Pelaporan tersebut merupakan buntut aksi penyiraman air mineral yang dilakukan Botok saat demonstrasi di PN Pati pada Jumat (9/10/2026) lalu. Aksi itu disebut sebagai bentuk protes masyarakat terhadap dugaan praktik suap yang menyeret oknum hakim di lingkungan PN Pati.
Dalam orasinya, Botok menegaskan bahwa aksi penyiraman air mineral tersebut dilatarbelakangi kemarahan masyarakat terhadap dugaan ketidakprofesionalan aparat penegak hukum. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk kekecewaan atas persoalan yang hingga kini menjadi sorotan massa aksi.
“Penyiraman air mineral kenapa? Itu proses kemarahan masyarakat atas pejabat yang tidak bekerja sebagaimana mestinya, tidak bekerja dengan profesional,” kata Botok di hadapan massa demonstran.
Botok juga menanggapi langkah Retno Lastiani yang melaporkannya ke Polda Jawa Tengah. Ia menduga pelaporan tersebut berkaitan dengan upaya menghalangi pengungkapan dugaan suap senilai Rp1 miliar yang disuarakan AMPB. Namun, dugaan tersebut merupakan pernyataan Botok yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.
“Bu Retno panik, sehingga melaporkan saya ke Polda. Agar dugaan suap Rp1 miliar tidak bisa terbongkar. Hari ini kami akan melaporkan Bu Retno ke KPK, setelah ini kami akan ke kantor pos mengirim surat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Botok menyampaikan bahwa AMPB berencana membawa persoalan tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Langkah itu ditempuh sebagai tindak lanjut atas dugaan praktik suap yang menjadi salah satu tuntutan utama dalam rangkaian aksi mereka di PN Pati.
Kehadiran pocong dan keranda mayat dalam demonstrasi kali ini menjadi simbol kekecewaan massa terhadap penanganan persoalan yang mereka suarakan. AMPB kembali menegaskan tuntutannya agar dugaan pelanggaran hukum di lingkungan PN Pati mendapat perhatian dan ditindaklanjuti oleh lembaga berwenang.
Aksi tersebut menambah panjang rangkaian protes AMPB di PN Pati. Massa berharap dugaan suap yang mereka persoalkan dapat diusut secara transparan dan profesional, sekaligus meminta agar proses hukum terhadap pihak-pihak yang dilaporkan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (RED – Cybernusantara.co)