DPUTR Pati Prioritaskan Perbaikan Jalan di 4 Titik Ini, 2 Diantaranya Aspirasi Masyarakat Lewat Germap

by Arif Febriyanto

PATI, Cybernusantara.co – Dalam waktu dekat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati bakal segara memperbaiki 4 ruas jalan rusak. Berdasarkan data yang diperoleh Germap (Gerakan Masyarakat Tolak Korupsi) saat audiensi bersama DPUTR pada Selasa 2 Juni 2026, keempat jalan tersebut antaralain:

1. Jalan Tlogowungu-Bapoh dan Sitiluhur-Tlogowungu senilai Rp2,8 miliar oleh CV Artha Karya Sejati

2. Jalan Sumbersari-Sering dan Barat RSUD Kayen senilai Rp2,6 miliar oleh CV Surya Duta Perkasa

3. Jalan Boloagung-Trimulyo dan Wisata Talun senilai Rp8,5 miliar oleh CV Larissa Kontruksi

4. Jalan Munadi dan Tembusan SMPN 6 Pati senilai Rp3,7 miliar oleh CV Bhakti Nusa

Hanya saja dari 4 jalan tersebut, kata Yayak, hanya ada 2 yang mengakomodir aspirasi masyarakat melalui Gerakan Masyarakat Tolak Korupsi (Germap). Yaitu jalan Tlogowungu dan Kayen, sedangkan jalan 2 lainnya Yayak menilai kurang urgent untuk didahulukan.

“Setelah dipelajari DPUTR, ternyata ada 4 yang sudah termasuk agenda perbaikan minggu ini. Ternyata setelah kami dapat datanya ternyata hanya 2, bukan 4. Hanya jalan Tlogowungu sama Kayen. Terminal ternyata tidak ada, yang ada justru jalan tembus SMPN 6 Pati. Tapi ini sudah terlanjur, jalan kan semua rusak tapi skala prioritas bukan dari Germap yang dilaporkan masyarakat Kemudian ada jalan Trimulyo ke Wisata Talun, ini kan bukan skala prioritas karena tidak ada laporan warga. Dibandingkan dengan terminal harusnya terminal dulu,” kata Yayak panjang lebar.

Saat ini, lanjutnya, Germap telah menghimpun 21 laporan. Yang terbaru datang dari Kecamatan Pucakwangi.Yayak menilai apa yang menjadi aspirasi masyarakat ini harus menjadi prioritas pembangunan dan harus disegerakan untuk diperbaiki.

“Kemudian ada mas Sutamat dari Pucakwangi yang saudaranya jatuh menghindari lubang, itu sudah dilaporkan. Mudah-mudahan setelah kita hadir dikasih 2 data membuktikan masyarakat yang melapor tanpa Germap itu pantas jadi skala prioritas,” imbuhnya.

Sementara itu untuk memperbaiki keseluruhan jalan rusak, Yayak mengutip pernyataan dari Kepala DPUTR Riyoso mengungkapkan, setidaknya memerlukan anggaran Rp1 triliun. Mengingat anggaran 2026 untuk perbaikan jalan hanya Rp210 miliar dirasa masih sangat kurang.

“Pak Riyoso itu bilang, jalan rusak di Pati semua dibangun itu perlu sekitar Rp1 triliun. Sementara anggaran saat ini hanya Rp210 miliar, itupun termasuk hutang ke Bank Jateng Rp67 miliar. Harusnya usulan dari Germap ini bisa dijadikan usulan skala prioritas,” tandasnya. (ARIF – Cybernusantara.co)

Related Posts