Mengenal Riswan Lasibo, Kepala BKHIT Jateng yang Inovatif dan Berintegritas

by Arif Febriyanto

SEMARANG, Cybernusantara.co – Di balik upaya menjaga keamanan hayati serta meningkatkan daya saing komoditas ekspor, terdapat peran penting pelaksana tugas (Plt) Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Tengah, bernama Riswan Lasibo, S.STP, M.Si. Lahir di Kabupaten Sarigi Sulawesi Tengah, 26 Agustus 1981, dirinya sudah malang melintang diberbagai instansi hingga akhirnya dipercaya menukangi BKHIT Jateng di tahun 2026.

Walaupun kiprah Riswan di BKHIT Jateng baru seumur jagung, namun dalam memimpin, ia selalu memegang teguh prinsip integritas sebagai pondasi utama dalam pelayanan publik. Walaupun suatu pemimpin mempunyai kemampuan teknis hingga pengetahuan dalam pemberian planinng, namun menurut Riswan semuanya akan sia-sia jika integritas hanya dipandang sebelah mata.

Dalam memimpin, Riswan juga ingin mengubah pemikiran ataupun mindset kepercayaan publik yang saat ini masih menganggap pelayanan di Balai Karantina belum sepenuhnya optimal. Mulai dari biaya hingga rentan waktu dalam menyelesaikan masalah yang tidak pasti. Sehingga melalui kepemimpinan Riswan, BKHIT Jateng akan sepenuhnya memberikan kepastian waktu, biaya, prosedur, syarat, hingga kepastian kebenaran informasi.

Dalam membawa karantina menjadi balai kelas dunia, pemanfaatan teknologi dalam memudahkan pelayanan juga akan diterapkan salah satunya melalui teknologi robotik berbasis AI (Artificial Intelligence) untuk memudahkan atau mempersingkat proses pemeriksaan terhadap sebuah komoditi. Sehingga mampu menambal kekurangan sumber daya manusia (sdm) yang telah ada.

Di sisi lain, Riswan menegaskan bahwa keberadaan karantina memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Menurutnya, ancaman terhadap sektor pangan tidak hanya berasal dari faktor alam, tetapi juga dari masuknya hama, penyakit hewan, maupun organisme pengganggu tumbuhan yang dapat merusak produksi pertanian, peternakan, perikanan, hingga perkebunan Indonesia.

Riswan juga memiliki harapan besar agar karantina mampu menjadi motor penggerak peningkatan ekspor Indonesia. Melalui sistem karantina yang kuat, ia ingin produk pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan Indonesia memiliki standar mutu internasional sehingga mampu bersaing di pasar global.

Menurutnya, cita-cita terbesar karantina bukan hanya menjaga Indonesia dari ancaman penyakit dan hama, tetapi juga mendorong para petani, peternak, dan pelaku usaha lokal naik kelas menjadi eksportir sehingga mampu meningkatkan surplus neraca perdagangan nasional.

Berikut ringkasan perjalanan karier Plt Kepala BKHIT Jawa Tengah, Riswan Lasibo , S.STP, M.Si.:

Yahun 2003 memulai karier sebagai ASN di Pemerintah Kota Palu, bertugas di kelurahan.Pada 2005–2010 menjabat sebagai Lurah, kemudian menjadi Sekretaris Camat. Beralih menjadi Auditor di Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.Pindah ke Kementerian Dalam Negeri, menjabat sebagai Kasubag Program dan Kasubag Tata Usaha di Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

enjadi pejabat Eselon III di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai Kepala Subdirektorat Pengendalian. Di 2024 dipromosikan menjadi pejabat Eselon II sebagai Kepala Biro Organisasi dan SDM di KP2MISelanjutnya dirotasi menjadi Sekretaris Direktorat Jenderal Pemberdayaan di KP2MI.April 2026 bergabung dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin) sebagai Inspektur.

Sempat dipercaya sebagai Plt Kepala Biro Perencanaan Barantin. Kini menjabat sebagai Plt Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Tengah.

Ringkasan Pendidikan Plt Kepala BKHIT Jawa Tengah, Riswan Lasibo, S.STP, M.Si. :Menempuh pendidikan Sarjana (S1) di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN).Melanjutkan Magister (S2) di Universitas Tadulako, Palu.Saat ini sedang menempuh pendidikan Doktor (S3) di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). (RIZKI – Cybernusantara.co)

Related Posts