PATI, Cybernusantara.co – Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, akhirnya tiba di kediamannya di Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, setelah menjalani rangkaian perjuangan mengawal tuntutan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset di Jakarta, Jumat 28 Agustus 2026.
Setibanya di rumah, Botok menceritakan perjalanan dan perjuangannya bersama massa AMPB dalam menyuarakan desakan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan oleh DPR RI. Menurutnya, perjuangan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Botok mengungkapkan, perjalanan dari Pati menuju Jakarta hingga mengikuti agenda audiensi tidak mudah. Ia bersama rekan-rekannya harus menghadapi berbagai situasi selama berada di Ibu Kota demi menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung.
“Alhamdulillah perjalanan dari Pati sampai Jakarta sampai saat ini banyaknya sekali intimidasi, kita pulang dari Jakarta posisi rusuh,” ungkapnya.
Usai audiensi, suasana Jakarta disebut Botok semakin mencekam. Ia menceritakan kondisi yang membuat dirinya dan rombongan harus meningkatkan kewaspadaan ketika berada di tengah situasi yang dinilai tidak kondusif.
Menurut Botok, situasi tersebut menjadi salah satu pengalaman paling menegangkan selama perjuangan AMPB mengawal tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset. Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat.
“Karena ini bus tua jadi agak terlambat. Saya stay dulu di Jakarta, saya pulang kalau teman-teman sudah pulang. Magrib sudah clear semua lalu saya pulang juga,” imbuh Botok.
“Saya sudah pamitan ke semua elemen ojol. Ketika ada situasi kurang kondisi kemarin saya diselamatkan ojol. Memang banyak sekali provokasi,” tutup dia.
Kini setelah kembali ke Desa Wangunrejo, Botok mengaku masih membawa banyak cerita dari perjuangannya di Jakarta. Ia menegaskan, perjuangan untuk mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset tidak berhenti setelah dirinya tiba di Pati, melainkan akan terus dikawal bersama masyarakat. (ARIF – Cybernusantara.co)