PATI, Cybernusantara.co – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyatakan siap mengawal perjuangan suporter Persipa Pati, Patifosi, untuk merealisasikan rencana renovasi Stadion Joyokusumo. AMPB berkomitmen mendampingi Patifosi berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar rencana pembenahan stadion kebanggaan masyarakat Kabupaten Pati tersebut kembali mendapatkan kejelasan.
Sebelumnya, rencana renovasi Stadion Joyokusumo sempat disampaikan oleh Bupati Pati saat itu, Sudewo. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati kala itu mengusulkan anggaran sebesar Rp150 miliar dari Kementerian PU untuk mendukung renovasi stadion yang menjadi markas Persipa Pati tersebut.
Namun, setelah Sudewo terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), rencana renovasi stadion tersebut dikabarkan tidak berlanjut. Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai kelanjutan usulan anggaran tersebut maupun sejauh mana proses pengajuannya telah berjalan.
Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, mengatakan pihaknya siap mendampingi Patifosi untuk memperjuangkan realisasi renovasi Stadion Joyokusumo. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antara kedua pihak menjadi langkah penting untuk mengetahui perkembangan sekaligus mendorong kelanjutan program tersebut.
“Kami siap mengawal teman-teman Patifosi terkait rencana renovasi Stadion Joyokusumo. Kita siap mendampingi ke PUPR untuk merealisasikan renovasi, yang penting ada komunikasi antara teman-teman Patifosi dengan AMPB,” kata Botok, Sabtu 24 Oktober 2026.
Sementara itu, koordinator AMPB lainnya, Teguh Istiyanto, menegaskan bahwa keberlanjutan program pemerintah semestinya tetap menjadi perhatian meskipun terjadi pergantian kepemimpinan. Ia menilai, apabila usulan renovasi tersebut memang sudah melalui tahapan administrasi dan tinggal menunggu pencairan anggaran, prosesnya perlu ditelusuri agar dapat dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya sesuai ketentuan.
“Dalam struktur pemerintahan kan keberlanjutan. Kalau tinggal mencairkan, pemimpin seterusnya ya harus bisa. Itu pembohongan kalau yang hanya mencairkan itu Sudewo,” ujar Teguh.
Ia juga meminta Patifosi membawa dokumen atau data pendukung terkait pengajuan renovasi Stadion Joyokusumo agar dapat dipelajari bersama. Dengan demikian, AMPB bisa mengetahui secara lebih jelas apakah usulan tersebut sudah masuk dalam tahapan penganggaran, masih dalam proses pengajuan, atau baru sebatas rencana.
“Kalau memang ada data dari Patifosi, bisa dibawa nanti kita pelajari sampai mana proses pengajuannya. Apa hanya angan-angan, kan kita harus mengetahui sudah sampai mana. Kalau tinggal pencairan, Plt bisa mencairkan,” imbuhnya.
AMPB berharap, melalui komunikasi dan penelusuran dokumen tersebut, status rencana renovasi Stadion Joyokusumo dapat segera diketahui. Kejelasan itu dinilai penting agar perjuangan Patifosi tidak berhenti pada wacana, sekaligus membuka peluang bagi renovasi stadion yang diharapkan dapat menunjang perkembangan sepak bola dan prestasi Persipa Pati. (RED – Cybernusantara.co)