PATI, Cybernusantara.co – Gerakan Masyarakat Tolak Korupsi (Germap) mengagendakan audiensi dengan sejumlah instansi di Kabupaten Pati selama dua hari berturut-turut. Ada empat tema utama yang akan dibahas, mulai dari penyaluran dana hibah untuk UMKM dan sektor pertanian, anggaran infrastruktur, hingga pendapatan serta penggunaan dana Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Koordinator Germap, Cahaya Basuki alias Yayak Gundul, memimpin langsung pengajuan surat permohonan audiensi ke sejumlah kantor instansi terkait, mulai dari Dinas Koperasi, Baznas, hingga Kantor Bupati Pati, Senin (26/10/2026).
Yayak mengatakan, agenda pertama akan dilaksanakan pada Rabu (28/10/2026) pukul 10.00 WIB. Dalam pertemuan tersebut, Germap meminta audiensi dengan Dinas Koperasi dan UMKM untuk mempertanyakan data pelaku UMKM yang menerima dana hibah dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Selain persoalan hibah koperasi dan UMKM, Germap juga akan menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait koperasi. Pihaknya ingin memperoleh penjelasan mengenai data dan informasi yang berkaitan dengan pengelolaan serta program koperasi di Kabupaten Pati.
“Kami mengirim surat audiensi ke Dinkop terkait hibah uang negara yang disalurkan ke masyarakat yaitu hibah koperasi dan UMKM,” cetus Yayak.
Masih pada hari yang sama, pukul 13.00 WIB, Germap dijadwalkan beraudiensi dengan Dinas Pertanian. Dalam pertemuan itu, Germap akan meminta data penerima bantuan hibah di sektor pertanian yang bersumber dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat selama tahun anggaran 2025 dan 2026.
“Kami mempertanyakan hibah alat-alat pertanian dan peternakan yang diberikan ke masyarakat. Kan ada hibah bibit hewan juga, karena ini kan ada program dari DPR-RI. Kita mengawal biar tidak salah sasaran,” sautnya.
Agenda berlanjut pada Kamis (29/10/2026) pukul 10.00 WIB. Germap kembali mengajukan audiensi dengan Plt Bupati Pati untuk mempertanyakan anggaran infrastruktur, yakni Rp210 miliar dalam APBD murni 2026 dan tambahan Rp60 miliar dalam APBD Perubahan 2026.
Menurut Germap, penjelasan mengenai alokasi anggaran tersebut penting untuk mengetahui peruntukan, realisasi, serta pelaksanaan program pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pati. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya organisasi dalam mengawal penggunaan anggaran daerah agar berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Kami mengingatkan pak Plt soal audiensi uang Rp210 miliar itu kemana saja,” singkatnya.
Setelah agenda bersama Plt Bupati, pada Kamis pukul 13.00 WIB, Germap dijadwalkan bertemu dengan Baznas Kabupaten Pati. Dalam audiensi tersebut, mereka akan mempertanyakan jumlah pendapatan Baznas selama 2026 beserta penggunaannya.
“Baznas ini ada laporan, ada tarikan ke PPPK. Lebih ke cara atau SOP mereka menggalang dana bagaimana,” tandas Yayak Gundul.
Melalui rangkaian empat agenda audiensi tersebut, Germap berharap instansi terkait dapat memberikan penjelasan dan membuka data yang dibutuhkan. Yayak Gundul menegaskan pentingnya keterbukaan informasi agar masyarakat dapat ikut mengawasi pengelolaan dana hibah, bantuan pemerintah, serta anggaran publik di Kabupaten Pati. (ARIF – Mantranews.id