FLORES, Cybernusantara.co – Direktur Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi, Kementerian P2MI, Ramadhan NA memberikan arahan dan sambutan pada agenda “Lokakarya Multistakeholder Forum Pelindungan Pekerja Migran di Kabupaten Flores Timur” yang diadakan di Sunrise Hotel, Larantuka, Flores Timur. Agenda tersebut turut dihadiri oleh Bupati Flores Timur, Bapak Antonius Doni Dihen, beserta jajaran OPD dan turut dihadiri oleh NGO di tingkat lokal.
Ramadhan menekankan bahwa kolaborasi multipihak sangat diperlukan karena Flores Timur merupakan kabupaten ke 4 tertinggi di Provinsi NTT dalam penempatan pekerja migran terutama negara Malaysia.
“Prinsip gotongroyong merupakan keunggulan bangsa, maka dengan prinsip tersebut harus digunakan juga dalam pelindungan PMI mulai dari Desa” ujarnya.
Ramadhan juga menambahkan bahwa kekuatan pelindungan dimulai dari desa dan pemerintah daerah sebagai gerbang awal pelindungan dan pemberdayaan, tanpa peran dari sektor hulu pekerja migran maka akan sangat sulit untuk melindungi dan cenderung seperti pemadam kebakaran dalam menangani persoalan.
Senada dengan Direktur Literasi dan Pemanfaatan Remitansi, Bupati Flores Timur menegaskan para OPD bersama-sama menjaga menjaga Api pelindungan, melahirkan quick win dalam program ini dan melakukan pendataan dari desa agar tidak banyak PMI dari Flores Timur ini berangkat secara nonprosedural,” tegasnya.
Lebih lanjut Bupati menyatakan bahwa pemerintah daerah akan mendekatkan layanan di Flores Timur agar masyarakat dapat dengan mudah mengurus dokumen keberangkatan prosedural.
“Kita harus merayu masyarakat agar dengan sadar memilih pemberangkatan prosedural dengan mendekatkan layanan, agar tidak jauh lagi mengurus dokumen tidak perlu ke luar daerah,” tandasnya. (HMS – Cybernusantara.co)