SUKOHARJO, Cybernusantara.co – Hj. Etik Suryani, S.E, M.M. (lahir 15 Maret 1963) adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang menjabat sebagai Bupati Sukoharjo masa jabatan 2021–2025 dan 2025–2030. Ia menjabat untuk periode kedua sejak 20 Februari 2025 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Ia merupakan istri dari Bupati Sukoharjo tahun 2010–2015 dan 2016–2021, Wardoyo Wijaya.
Sebelum menjalankan peran sebagai Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sukoharjo, Etik Suryani sempat berkiprah di bidang perbankan sampai menduduki posisi sebagai kepala cabang. Selama memimpin TP PKK Kabupaten Sukoharjo, Etik Suryani menorehkan banyak prestasi dalam lomba-lomba di bidang PKK baik tingkat provinsi maupun nasional.
Prestasi yang cukup membanggakan antara lain Juara Pakarti Utama I Pemanfaatan Toga Tingkat Nasional diwakili Kelurahan Kenep serta Juara Pakarti Utama I Lomba Posyandu Tingkat Nasional diwakili Posyandu Mawar III Desa Puron.
Pada Pilbup Sukoharjo 2024, Etik kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Sukoharjo untuk masa jabatan 2025–2030 dengan menggandeng politikus Partai Gerakan Indonesia Raya, Eko Sapto Purnomo. Pasangan calon ini berhasil unggul melawan kotak kosong dengan meraih 319.923 suara atau 66,76% dari total suara sah.
Sebelum terjaring OTT KPK, Etik terakhir menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 27 Maret 2026 untuk periode pelaporan tahun 2025.
Dalam laporan tersebut, total kekayaannya tercatat mencapai Rp9.119.012.976.
Aset terbesar berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp4.893.000.000 yang terdiri atas enam bidang properti di wilayah Sukoharjo dan Wonogiri.
Etik juga melaporkan tiga kendaraan dengan nilai keseluruhan Rp475 juta, yaitu Toyota minibus tahun 1980, Toyota minibus tahun 1977, dan Toyota Vellfire 2.4 A/T tahun 2010.
Selain aset tersebut, LHKPN juga mencatat harta bergerak lainnya senilai Rp2.778.000.000 serta kas dan setara kas sebesar Rp973.012.976.
Penangkapan Etik oleh KPK, menjadi bukti bahwa pemerintahan dibawah Presiden Prabowo Subianto memang serius dalam memberanikan praktik-praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. (RED – Cybernusantara.co)