PATI, Cybernusantara.co – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bakal memperingati tragedi demo besar-besaran melengserkan Sudewo di alun-alun Simpang Lima, Kamis 13 Agustus 2026 mendatang. Sebagai bentuk persiapan, Kamis 6 Agustus 2026, AMPB sudah memarkir ambulan bersejarah di depan kantor bupati Pati.
Teguh Istiyanto, selaku pentolan AMPB menyampaikan aksi peringatan satu tahun tersebut merupakan bentuk kenangan atas kekompakn warga Pati melawan arogansi pejabat bupati (Sudewo saat itu).Tragedi tersebut diharapkan oleh Teguh menjadi cerminan bagi para pejabat untuk evaluasi kebijakan kepada rakyat.
“Yang kami inginkan evaluasi, harapan kami dengan kejadian kemarin mereka mengakui untuk evaluasi. Jangan memancing rakyat anarkis, sebenarnya kami juga tidak suka anarkis. Tetapi dengan demo kami itu mengingatkan,” kata Teguh.
Menurut AMPB, masyarakat harus berani bersuara melawan kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat. Jika tidak, tindakan sewenang-wenang dari pejabat dikhawatirkan akan menindas rakyat seperti era kolonial Belanda.
Teguh juga meyakini, dari AMPB-lah titik awal revolusi di Indonesia dimulai. Hal inilah yang kemudian dibuktikan dengan keberanian masyarakat diberbagai penjuru tanah air melawan arogansi pejabat yang berkuasa.
“Warga Pati semuanya jangan takut bersuara, kita harus berani untuk mengawal pemerintahan agar sesuai dengan amanah rakyat. Pati adalah awal revolusi, terkait kebijakan dan sifat pejabat negara. Yang penting ada evaluasi dari pejabat, supaya mereka tau tugas mereka itu melayani rakyat,” tandasnya. (ARIF – Cybernusantara.co)